Kamu cukup pintar dan bisa menjawab soal-soal ujian, tetapi tidak mampu untuk menjelaskan kepada orang lain? Padahal, adalah sesuatu yang menarik ketika kamu bisa menjelaskan cara kerja teknologi yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, bagaimana pesawat bisa terbang, bagaimana data dikirim melalui internet dan lain sebagainya. Kamu juga senang dan memiliki minat serta motivasi belajar yang tinggi. Namun, kamu masih bingung dengan pelajaran yang kamu pelajari di sekolah atau kampus sehingga tidak memiliki kepercayaan diri terhadap kemampuanmu dan hal itu membuat kamu gagal dalam belajar. Selain ketidakpercayaan diri, berikut ini ada beberapa hal yang mungkin membuat kamu selalu gagal dalam belajar. Coba dicek yuk sebagai bahan evaluasi!
1. Belajar secara pasif

Pembelajaran pasif adalah dimana saat kamu hanya mempelajari materi pelajaran dari guru atau instruktur saja. Kamu tidak melakukan evaluasi mandiri untuk mengetahui apakah kamu paham dengan pelajaran yang disampaikan oleh guru atau instrukturmu. Pelajaran bukan hanya terfokus hanya pada bagaimana guru mengajar tetapi juga bagaimana siswa bisa belajar. Karena proses belajar yang sebenarnya terjadi di alam pikiran masing-masing, sehingga pelajar dan pengajar bisa terhubung atau nyambung. Penting untuk mengetahui apa yang kamu pelajari bukan apa yang diajarkan. Kemungkinan terjadinya pembelajaran yang benar bisa lebih tinggi ketika kamu memiliki pilihan tentang apa yang dipelajari dan proses mempelajarinya, dimana kamu bisa bertanggung jawab atas proses belajarmu sendiri.
2. Kebiasaan belajar yang mengandalkan orang lain

Ketika kamu menemukan pertanyaan sulit yang jawabannya tidak bisa kamu temukan baik pada buku teks ataupun catatan sekolahmu dan enggan untuk mencari sumber lain adalah contoh dari kebiasaan belajar yang mengandalkan orang lain. Apalagi jika cara belajar yang dilakukan hanya mengandalkan hafalan atau yang disebut dengan high order thinking skills. High order thinking skills inilah yang akan tersisa pada otak jauh setelah kamu lulus sekolah dan melupakan semua pelajaran sebelumnya.
3. Memiliki motivasi yang rendah

Mungkin kamu pernah mengalami saat dimana kamu merasa sudah berusaha maksimal tetapi nilaimu selalu jelek, sehingga membuatmu jadi semakin malas dan tidak percaya diri untuk belajar. Jangan biarkan hal itu terjadi ya, cobalah untuk tidak menyerah. Mulai perbaiki dan evaluasi diri, karena mungkin memang ada yang salah dengan cara belajarmu.
4. Tidak diajarkan cara belajar yang efektif

Dengan belajar selama 15-45 menit setiap minggunya untuk mengajarkan bagaimana cara belajar yang efektif ternyata dapat meningkatkan prestasi belajar seseorang di kelas sebesar 10-20%. Ini seperti mundur satu langkah untuk bisa mengambil tiga langkah. Misalnya jika kamu punya waktu 4 jam untuk belajar ekonomi dan 4 jam itu langsung dipakai untuk belajar materi, kamu mungkin hanya akan mendapatkan nilai 70. Tetapi jika kamu menggunakan waktu belajar selama 45 menit secara efektif, meskipun hanya belajar materi selama 3 jam, nilai kamu bisa lebih besar dari 70. Ibaratnya seperti kamu memotong sesuatu dengan pisau yang tajam akan lebih mudah dibandingkan dengan pisau yang tumpul. Jadi kamu harus mempertajam pemahaman kamu terhadap materi pelajarannya terlebih dahulu.
5. Hanya mengandalkan hafalan

Semakin tinggi kemampuan berpikir seseorang memang akan membuat otak semakin lelah, tetapi hal itu bisa bermanfaat untuk jangka panjang dikehidupan. Seperti latihan yang bisa diterapkan pada hal-hal lain. Misalnya, jika kamu hanya belajar kimia dan menghafal struktur karbon, suatu saat kamu akan lupa. Berbeda jika kamu belajar memahami mengapa nama struktur sebuah unsur kimia bisa seperti itu, apa aturan dan pola pikir dibaliknya dan sebagainya. Hal itu akan merubah cara kamu dalam berpikir dan menyelesaikan masalah.
Nah, itulah beberapa alasan mengapa kamu sering gagal dalam belajar. Semoga informasi ini bermanfaat dan bisa jadi bahan evaluasi untuk kemajuan belajarmu ya 🙂
No Comment! Be the first one.