Itaewon Class adalah salah satu drama Korea yang baru saja selesai tayang di sepertiga awal tahun 2020. Berkisah tentang Park Sae Royi yang bertekad untuk menghancurkan perusahaan Jangga dan membalas dendam kepada CEO Jang Dae Hee sekaligus putranya Jang Geun Won yang telah menyebabkan ayahnya meninggal dunia.

Sae Royi mendapatkan uang klaim asuransi jiwa atas kejadian meninggalnya sang ayah, namun uang tersebut tidak ia gunakan itu untuk hal lain, tetapi dijadikan sebagai modal awal investasi jangka panjang dengan membeli saham Jangga. Sae Royi sudah memiliki target bahwa di masa 10 tahun hingga 15 tahun kemudian ia ingin menguasai perusahaan Jangga. Ia pun masuk ke perusahaan tersebut dengan cara membeli sahamnya disaat harganya sedang turun dan kemudian pelan-pelan menaikkan jumlahnya pada saat ia memiliki dana yang lebih besar.

Nah jika kamu tertarik untuk mencoba investasi saham seperti Park Sae Royi, ada baiknya kamu pelajari dulu hal-hal berikut ini.

1. Ketahui Mengapa Kamu Ingin Berinvestasi di Saham

unsplash.com/@micheile

Kamu harus memiliki tujuan setiap kali ingin menginvestasikan uang. Jika tujuan yang kamu inginkan jangka pendek, maka saham bukan investasi yang cocok untuk itu. Lebih baik kamu memilih inventasi Reksadana pasar uang dan SBN ritel untuk tujuan jangka pendek. Sedangkan untuk jangka panjang di atas sepuluh tahun, saham adalah instrumen investasi yang sangat cocok.

2. Pahami Bahwa Saham Memiliki Tingkat Resiko yang Relatif Lebih Tinggi

unsplash.com/@markusspiske

Saat berbicara mengenai aset investasi, tentu tidak luput dari potensi return (keuntungan) dan resiko. Sebagai investor, kamu harus memahami adanya potensi resiko yang terkandung di dalamnya untuk mendapatkan imbal hasil atau keuntungan dari investasi saham yang kamu ambil. Investasi saham memiliki resiko adanya fluktuasi dalam jangka pendek. Dinamika tersebut sudah wajar terjadi pada harga sebuah saham. Namun, kamu tidak perlu khawatir karena saham di Indonesia diperdagangkan oleh bursa efek Indonesia yang memiliki otoritas skema dan panduan jika terjadi pergerakan yang anomali untuk menjaga pasar modal tetap baik.

3. Miliki Dana Darurat Sebelum Berinvestasi Saham

https://unsplash.com/@ericmuhr

Jika kamu berani berinvestasi langsung pada sebuah saham, maka kamu perlu di dukung oleh dana darurat. Jangan sampai tergoda untuk membeli saham sebanyak-banyaknya dan menghabiskan uang dengan mudah hanya karena harga saham sedang naik. Tetaplah berpegang pada kaidah untuk memiliki dana darurat sebelum berinvestasi pada apapun.

4. Upayakan Memiliki Dana yang Ideal

unsplash.com/@imagefactory

Ada mekanisme di pasar modal yang memperbolehkan uang yang sifatnya hasil pinjaman untuk diinvestasikan. Jadi ada beberapa securitas yang menawarkan fasilitas untuk melakukan margin lending. Tapi bagi kamu yang masih awam, hal itu sangat berbahaya karena ketika uang tersebut digunakan untuk trading, ada ketakutan ketika harga saham turun, kamu harus mengembalikan pinjaman tersebut beserta bunga yang justru membuatmu rugi besar. Jadi, lebih baik gunakan dana yang ideal untuk diinvestasikan dalam saham. Kamu bisa memilih mana harga saham yang secara rupiah nominalnya cocok dengan dana yang kamu miliki.

5. Pilih Saham yang Berfundamental Bagus

unsplash.com/@chrisliverani

Kamu bisa lihat saham-saham perusahaan yang kamu kenal dan pikirkan apakah menurutmu perusahaan tersebut selama 10-20 tahun ke depan masih ada atau tidak. Jika ada, apakah kamu masih ingin menggunakan jasanya, produknya ataupun barangnya? Jika kamu percaya perusahaan itu masih akan melakukan hal tersebut selama 10-20 tahun mendatang, maka itu merupakan salah satu parameter bahwa perusahaan tersebut berfundamental baik. Selain daripada itu, akan ada parameter-parameter lain dari sisi keuangan seperti bagaimana hubungannya dengan PER, ROI, ROE yang bisa kamu pelajari.

6. Lakukan Diservifikasi

unsplash.com/@markusspiske

Sebisa mungkin saat kamu ingin menjadi investor saham, upayakan modalmu cukup untuk membeli tiga saham dari emiten yang berbeda-beda. Katakanlah kamu berinvestasi pada masing-masing saham kontruksi, konsumsi dan telekomunikasi misalnya. Sehingga, bilamana pasar modal sedang terhantam krisis, maka harapannya tidak semua industri terhantam dengan skala yang sama.

Itulah enam tip memulai investasi saham untuk pemula. Semoga informasinya bermanfaat ya..

Author

Menulis untuk belajar.

Write A Comment